Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD, Prof Zainuddin, M.Pd : UMSU Harumkan Nama Sumatera Utara

Sebanyak 5 (lima) orang mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FE-UMSU) yang meraih medali emas pada ajang Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) XXIII baru-baru ini di Bali terdiri dari Nurul Hidayah, Hartini Dwi Jayati, Dwi Lia Hariyanti, Nanda Marlina dan Chici Youlanda, Jum’at (30/7) pagi melakukan audiensi kepada Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD, Prof Zainuddin, M.Pd di kantornya Jl Setia Budi Tanjung Sari Medan.

 

Kedatangan mereka didampingi oleh Dekan FE-UMSU, Zulaspan Tupti, SE, M.Si, Wakil Dekan I Sukma Lesmana, SE, M.Si, Kepala Biro Kemahasiswaan UMSU Rahmat Kartolo, ST dan Kepala Biro Humas Anwar Bakti diterima langsung oleh Prof Zainuddin di ruang kerjanya didampingi Kepala Tata Usaha Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Drs Syaiful Bahri, MAP.

 

Prof Zainuddin dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih dan menyatakan rasa harunya atas kedatangan ke lima mahasiswa FE-UMSU tersebut. Dikatakannya, para mahasiswi ini telah mengharumkan nama Sumatera Utara khususnya Kopertis Wilayah I Sumut-NAD dan UMSU serta berjanji akan mengusulkan ke lima mahasiswi tersebut agar mendapat beasiswa dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).

Bahkan Prof Zainuddin memberikan apresiasi yang tinggi kepada Rektor UMSU Drs Agussani MAP yang telah bersungguh-sungguh mengembangkan bakat dan minat para mahasiswa/i UMSU melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Sementara itu Nurul Hidayah selaku ketua kelompok mahasiswi UMSU pada ajang PIMNAS di Bali tersebut menceritakan, mereka mengambil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan dengan mengetengahkan produksi rempeyek berbahan baku sirih yang dinamakan Rempeyek Sirih. Pasalnya, sirih merupakan salah satu makanan khas para orang berusia tua di Sumut dan Aceh khususnya kaum wanita.

Menurutnya, Sirih ternyata memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk bersih-bersih gigi yang dilakukan nenek-nenek tapi juga memiliki rasa dan bisa dicintai generasi muda. Makanya, agar lebih dinikmati Rempeyek Sirih hasil karya mereka dimodifikasi dengan berbagai inovasi aneka rasa.
"Kami beralasan ingin mengangkat sesuatu yang baru, sekarang yang dikenal oleh-oleh khas dari Kota Medan hanya Bika Ambon. Tapi, kami ingin Rempeyek Sirih juga menjadi ikon oleh-oleh khas Kota Medan. Kebanyakan nenek-nenek di Medan yang menyirih, kami ingin agar tidak hanya nenek-nenek tapi semua kalangan," katanya.

Rempeyek sirih ini, kata Nurul, cara pembuatannya ditambahkan dengan berbagai citarasa seperti dilapisi dengan coklat aneka rasa dan coklat original. Daun sirih dipilih yang muda, direndam dengan air panas agar kadar pH di daun sirih tidak hilang, selanjutnya dicelurkan ke adonan dan digoreng. Bagi yang tidak suka rasa coklat original maka dicampuri adonan dari lapisan coklat aneka rasa.

Sementara Chici Youlanda menambahkan, bahan daun sirih mudah diperoleh di pasar-pasar tradisional di Medan maupun di perkampungan di kawasan Deli Serdang, Medan Tembung, Marelan dan pinggiran Kota Medan sekitarnya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Drs Agussani MAP di saat dan tempat terpisah pada hari itu melalui Kepala Biro Humas UMSU Anwar Bakti kepada wartawan menyatakan bangga atas berhasilnya mahasiswi UMSU di Pimnas yang merupakan ajang tahunan ilmiah bagi mahasiswa.

Ajang ini, kata Agussani, bisa memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menggelar karya berupa produk dan poster ilmiah. Selain itu, karya ini sebagai representasi tingkat intelektualitas dan kemampuan berkompetisi cerdas dan obyektif.

 

Info Akademik 2013